Showing posts with label PERKEMBANGAN BAYI DAN KANAK-KANAK. Show all posts
Showing posts with label PERKEMBANGAN BAYI DAN KANAK-KANAK. Show all posts

Monday, January 28, 2013

Masa Kanak-kanak


         Masa kanak-kanak dimulai setelah melewati masa bayi yang penuh ketergantungan, yakni kira-kira usia dua tahun sampai anak matang secara seksual, kira-kira tiga belas tahun untuk wanita dan empat belas tahun untuk pria. Setelah anak matang secara seksual maka disebut remaja. Secara luas, masa kanak-kanak dibagi menjadi sua periode yang berbeda, awal dan akhir masa kanak-kanak. Periode awal berlangsung  dari umur dua sampai enam tahun, dan periode akhir  dari enam tahun sampai tibanya anak matang secara seksual. Ciri-ciri awal masa kanak-kanak:
1. Sebutan yang digunakan orang tua
Sebagian orang tua menganggap awal masa kanak-kanak sebagai usia yang mengundang masalah atau usia sulit. Alasan ini dikarenakan anak-anak yang sedang dalam proses pengembangan kepribadian yang unik dan menuntut kebebasan yang pada umumnya kurang berhasil. Mereka biasanya lebih bandel, keras kepala, tidak menurut, negativistis, dan melawan. Pada malam hari terganggu oleh mimpi buruk dan pada siang hari ada rasa takut yang tidak rasional, dan merasa cemburu. Pada masa awal kanak-kanak orang tua sering menyebut sebagai usia mainan, karena anak menghabiskan sebagian besar waktunya dengan bermain dengan mainannya.
2. Sebutan yang digunakan para pendidik
Pra pendidik sering menyebutkan bahwa awal masa kanak-kanak sebagai usia prasekolah untuk membedakannya dari saat dimana anak dianggap cukup tua baik secara fisik dan mental untuk menghadapi tugas-tugas pada saat mereka mengikuti pendidikan formal.
3. Sebutan yang digunakan oleh para ahli psikologi
Awal masa kanak-kanak adalah usia kelompok, masa dimana anak mempelajari dasar-dasar perilaku sosial sebagai persiapan bagi kehidupan sosial yang lebih tinggi yang diperlukan untuk menyesuaikan diri pada waktu mereka masuk sekolah dasar. Awal masa kanak-kanak juga disebut sebagai usia menjelajah, menunjukkan bahwa anak-anak ingin mengetahui keadaan lingkungannya, bagaimana mekanismenya, bagaimana perasaannya, dan bagaimana ia dapat menjadi bagian dari lingkungan.  Salah satu cara umum dalam menjelajahi lingkungannya adala dengan cara bertanya, sehingga periode ini pun sering disebut sebagai usia bertanya. Yang paling menonjol pada usia ini adalah meniru pembicaraan dan tindakan orang lain, sehingga periode ini juga dikenal sebagai usia meniru.

Kemajuan berbicara pada awal masa kanak-kanak cenderung meningkat pesat hal ini ditunjukkan dengan kosa kata yang meningkat pesat. Tugas dalam bicara pada awal masa kanak-kanak yaitu pengucapan kata-kata, menambah kosa kata, dan membentuk kelaimat. Factor-faktor yang mempengaruhi banyanya anak bicara adalah intelligensi, jenis disiplin, posisi urutan, besarnya keluarga, status sosial ekonomi, status ras, berbahasa dua, dan penggolongan peran seks.
Emosi awal masa kanak-kanak sangat kuat, saat ini merupakan saat ketidakseimbangan, dimana anak mudah dibawa ledakan-ledakan emosional sehingga sulit dibimbing dan diarahkan. Hal ini tampak mencolok pada usia 2,5 sampai 3,5 tahun dan 5,5 sampai 6,5 tahun meskipun pada umumnya hal ini berlakuhampir pada seluruh periode awal masa kanak-kanak. Emosi yang tinggi kebanyakan disebabkan oleh masalah psikologis, dengan pola-pola emosi seperti marah, takut, cemburu, ingin tahu, gembira, sedih, dan kasih sayang. 
Sosialisasi pada awal masa kanak-kanak, pada usia 2 dan 3 tahun anak menunjukkan minat yang nyata untuk melihat anak-anak lain dan berusaha mengadakan kontak sosial pada mereka, ini dikenak bermain sejajar, yaitu bermain sendiri-sendiri, tidak bermain dengan anak lain. Kalau pun terjadi kontak, maka cenderung berdifat perkelahian, bukan kerjasama. Perkembangan berikutnya adalah bermain asosiasif, dimana anak terlibat dnegan kegiatan yang menyerupai kegiatan anak lain.dengan meningkatnya kontak sosial, naka terlibat bermain kooperatif, dimana ia menjadi anggota kelompok dan saling berinteraksi. Pola perilaku sosial pada masa ini adalah meniru, persaingan, kerjasama, simpati, empati, dukungan sosial, membagi, dan perilaku akrab. Sedangkan perilaku tidak sosial ditunjukkan dengan negativisme, agresif, perilaku berkuasa, memikirkan diri sendiri, mementingkan diri sendiri, merusak, pertentangan seks, dan prasangka. 
Bermain pada awal masa kanak-kanak mengikuti suatu pola yang sangat dipengaruhi oleh kemtanagn dalm bentuk permainan tertentu dan oleh lingkungan dimana ia dibesarkan. Pola bermain masa ini adalah bermain dengan mainan, dramatisasi, konstruksi, permainan, membaca, film, radio, dan televisi. 
Perkembangan kepribadian pada awal masa kanak-kanak dasarnya telah diletakkan pada masa bayi, mulai terbentuk dalam awal masa kanak-kanak. Dengan berjalannya periode awal masa kanak-kanak, anak semakin banyak berhubungan dengan teman sebayanya, dan hal ini mempengaruhi dalam konsep diri, pengaruh dimana dapat mendorong atau melawan dan bertentngan dengan pengaruh-pengaruh dari keluarga.  Adapun kondisi lain yang mempengaruhi pembentukan konsep diri pada anak adalah cara pelatihan anak, cita-cita orang tua, posisi urutan anak, dan ketidaknyamanan lingkungan.  

Bahaya pada awal masa kanak-kanak :
1. Bahaya fisik; kematian, penyakit, kecelakaan, tidak menarik, kejanggalan, kegemukan, tangan kidal,.
2. Bahaya psikologis; bahaya dalam berbicara, bahaya emosional, bahaya sosial, bahaya bermain, bahaya dalam perkembangan konsep, bahaya moral, bahaya dalam penggolongan peran seks, bahaya dalam hubungan keluarga, dan bahaya kepribadian.

Adapun ciri akhir masa kanak-kanak adalah:
1. label yang digunakan orang tua, adalah usia yang menyulitkan, tidak rapih, dan usia bertengkar.
2. label yang diberikan oleh pendidik, usia sekolah dasar, dan periode kritis.
3. label yang digunakan ahli psikologi, usia berkelompok dan usia bermain, usia penyesuaian, dan usia kreatif.

Tugas perkembangan akhir masa kanak-kanak antara lain:
a) Perkembangan fisik mengalami keterlambatan dan relatif seragam sampai mulai terjadi perubahan-perubahan pubertas, kira dua tahun sebelum anak secara seksual menjadi matang pada saat mana pertumbuhan berkembang pesat. 
b) Ketrampilan akhir masa kanak-kanak, ada perbedaan antara anak laki-laki dan anak perempuan, pada umumnya anak perempuan melebihi anak laki-laki dalam berbagai ketrampilan yang melibatkan otot-otot yang lebih halus, sedangkan anak laki-laki pandai dalam berbagai ketrampilan yang melibatkan otot-otot kasar. Kategori ketrampilan akhir masa kanak-kanak, adalah ketrampilan menolong diri sendiri, ketrampilan menolong orang lain, ketrampilan sekolah, dan ketrampilan bermain. 
c) Kemajuan berbicara, meliputi penambahan kosa kata, pengucapan, dan pembentukan kalimat. 
d) Emosi dan ungkapan emosi, cenderung mengendalikan ungkapan emosi. Emosi senang ditunjukkan dengan tertawa genit, tertawa terbahak-bahak, menggeliat, atau mengejangkan tubuh. Emosi yang tidak menyenagkan cenderung diungakpkan dengan menangis atau ledakan marah seperti perilaku prasekolah bagi anak perempuan, sedangkan bagi anak laki-laki ditunjukkan dengan cemberut atau merajuk. 
e) Pengelompokkan sosial dan perilaku sosial, cenderung disebut usia berkelompok karena ditandai dengan adanya minat terhadap aktifitas teman-teman dan meningkatnya keinginan yang kuat untuk diterima sebagai anggota kelompok.
f) Minat dan kegiatan bermain, bermain konstruktif, menjelajah, mengumpulkan, permainan dan olah raga, hiburan. 
g) Perubahan-perubahan kepribadian, dipengaruhi oleh kondisi fisik, bentuk tubuh, nama dan julukan, status sosial ekonomi, lingkungan sekolah, dukungan sosial, keberhasilan dan kegagalan, seks, dan intelligensi. 

Bahaya pada akhir masa kanak-kanak:
1. Bahaya fisik; penyakit, kegemukan, bentuk tubuh yang tidak sesuai, kecelakaan, ketidakmampuan fisik, kecanggungan, kesederhanaan.
2. Bahaya psikologis; bahaya dalam berbicara, bahaya emosi, bahaya sosial, bahaya bermain, bahaya dalam konsep diri, bahaya moral, bahaya yang menyangkut minat, bahaya dalam penggolongan seks, bahaya dalam hubungan keluarga, dan bahaya dalam perkembangan kepribadian.

Masa Bayi


Masa bayi berlangsung dua tahun pertama setelah periode bayi yang baru lahir dua minggu. Masa bayi akan digunakan untuk membedakannya dengan pascanatal yang ditandai dengan keadaan yang sangat tidak berdaya. Selama beberapa bulan masa bayi, keadaan tidak berdaya itu secara berangsur-angsur agak menurun. Akan tetapi tidak berarti bahwa keadaan tidak berdaya akan menghilang dengan cepat dan bayi menjadi mandiri, melainkan setiap hari, setiap minggu, dan setiap bulan bayi semakin mampu mandiri sehingga saat masa bayi berakhir pada ulang tahun kedua. Selama dua tahun pertama kehidupannya, perkembangan fisik bayi berlangsung sangat ekstensif. Pada saat lahir, bayi memiliki kepala yang sangat besar dibandingkan dengan bagian tubuh lain. Tubuhnya bergerak terus ke kiri dan ke kanan dan sering tidak dapat dikendalikan. Mereka juga memiliki refleks yang didominasi oleh gerakan-gerakan yang terus berkembang. Secara umum refleks merupakan cara agar bayi dapat bertahan untuk kehidupannya atau melatih kemampuan motorik anggota tubuhnya. 
Ciri-ciri masa bayi:
1. Masa bayi adalah masa dasar yang sesungguhnya
Karena pada saat ini banyak pola perilaku, sikap, dan pola ekspresi emosi terbentuk.
2. Masa bayi adalah masa dimana pertumbuhan dan perubahan berjalan pesat.
3. Masa bayi adalah masa berkurangnya ketergantungan.
4. Masa bayi ada masa meningkatnya individualitas
5. Masa bayi adalah permulaan sosialisasi
6. Masa bayi adalah permulaan berkembangnya penggolongan peran-seks
7. Masa bayi adalah masa yang menarik
8. Masa bayi merupakan permulaan kreativitas
9. Masa bayi adalah masa berbahaya.

Tugas perkembangan masa bayi:
1. Perkembangan fisik
Pertumbuhan yang pesat selama rentang kehidupan terjadi pada masa bayi dan pada periode pubertas. Selama enam bulan pertama, pertumbuhan  terus terjadi dengan pesat seperti periode prenatal dan kemudian mulai menurun. Meskipun pola umum dari pertumbuhan dan perkembangan sama bagi semua bayi, tetapi tetap ada perbedaan dalam tinggi, berat, kemampuan sensorik, dan dalam bidang perkembangan fisik lain. Selama periode masa bayi perbedaan-perbedaan tidak saja terus berlangsung tetapi semakin bertambah mencolok.
2. Fungsi psikologis
Masa bayi adalah masa pembentukan pola-pola psikologis fundamental untuk makan, tidur, dan buang air meskipun pembentukan kebiasaan tersebut mungkin tidak selesai pada akhir masa bayi.
3. Pengendalian otot
Pada mulanya tubuh bayi mengalami gerakan-gerakan yang menyerupai kegiatan meneyluruh pada bayi neonatal. Juga halnya dewmikian dalam keadaan tidur, gerakan acak tak berarti iniberangsur-angsur menjadi lebih terkoordinasi sehingga memungkinkan terjadinya pengendalian otot. Perkembangan pengendalian otot terjadi karena adanya factor pematangan dan factor belajar. Karena otot-otot, tulang-tulang, dan struktur saraf sudah matang dan karena perubahan dalam perbandingan badan maka bayi dapat menggunakan badanya secara terkoordinasi. Tetapi bayi harus dibberi kesempatan untuk belajar melakukannya. Sebelum kegiatan siap tercapai, belajar tidak akan ada manfaatnya. Perkembangan pengendalian oto mengikuti pola yang pasti dan dapat diramalkan yang dikuasai oleh hukum perkembangan arah. Pola perkembangan koordinasi tangan, usia empat bulan melihat tetapi tidak dapat menyentuh, lima bulan gerakan menyendok, usia delapan bulan sebuah balok masing-masing ditangan, dan usia kesembilan gerakan menjepit disempurnakan..

Ketrampilan-ketrmapilan masa bayi:
a) Ketrampilan tangan
Makan sendiri, pada usia delapan bulan, kebayakan bayi dapat memegang botol susunya sendiri setelah dot dimasukan ke dalam mulut; pada usia sembilan bulan, bayi dapat memasukkan dot ke dalam mulut dan mengeluarkannya tanpa dibantu. Pada umu rdua belas bulan bayi dapat minum dari cangkir yang dipegang dengan kedua belah tangannya, dan beberapa bulan kemudian dapat minum dari cangkir dengan menggunakan satu tangan. Pada tiga belas bulan mulai makan sendiri dengan snedok, dan sebulan dua bulan kemudian dapat menusuk makan dengan menggunakan garpu dan memasukkannya kedalam mulut disertai tumpahan. Pada ulang tahun kedua kebanyakan bayi dapat menggnakan sendok dan garpu tanpa menumpahkan makanan.
Berpakaian sendiri, pada akhir tahun pertama kebanyakan baik dapat menarikkan kaos kaki, sepatu, topi, dan sarung tangan. Pada pertemngahan tahun kedua bayi berusaha memakai topi dan sarung tangan dan akhir pada masa bayi dapat menegnakan dan melepaskan pakaian.
Mengurus diri sendiri, mandi sendiri terbatas pada menyeka muka dan badan. Sebelum dua tahun kebanyakan bayi berusaha menyikat gigi dan menyisir rambut cara sendiri.
Ketrampilan bermain, pada dua belas bulan kebanyakan bayi dapat mencoret-coret dengan pensil atau karyon, dan beberapa bulan kemudian dapat melempar  atau mengelindingkan bola, membuka kotak, membuka tutup botol, membalik halaman-halaman buku,  memebentuk bangunan dengan beberapa balok, menguntai manik-manik besar dan menggunting kertas.
b) Ketrampilan kaki
Bayi belajar melompat dari tempat tinggi biasanya dengan gerakan-gerakan meneyrupai berjalan. Bayi memanjat tangga mula-mula dengan cara merangkak dan merambat setelah dapat berjalan sendiri,ia naik dan turun dalam posisi tegak, meletakkan satu kaki pada tangga dan menarik kaki yang satunya. Bayi dapat berenang dan menceburkan tangan dan menendang-nendang khaki.

4. Perkembangan bicara
Berbicara merupakan sarana komunikasi. Komunikasi memiliki dua aspek, yaitu menegrti apa yang dimaksud orang lain dan kemampuan mengkomunikasikan pikiran dan perasaan diri sendiri kepada orang lain sehingga dapat dimengerti. Dasar kedua aspek tersebut telah dilakukan selama masa bayi, meskipun kemampuan untuk menegrti biasanya lebih besar daripada kemampuan bicara pada menjelang masa bayi. Tugas pertama dalam berkomunikasi adalah berupa pemahaman akan perkataan orang lain. Dalam setiap tahapan usia, anak-anak lebih dapat menegrti apa yang dikatakan orang lain daripada mengutarakan pikiran-pikiran dan perasaan-perasaan mereka sendiri dalam kata-kata.
Tugas kesua dalam komunikasi dengan orang lain adalah belajar bicara. Karena belajar bicara adalah tugas yang lama dan sulit, dan karena bayi-bayi belum matang untuk belajar hal yang sulit ini selama tahun pertama, maka alam memberikan bentuk-bentuk pengganti komunikasi yang digunakan sampai mereka siap untuk belajar. 

Perilaku emosi pada masa bayi

Pada waktu lahir, emosi tampak dalam bentuk sederhana, hampir tidak terbedakan sama sekali. Dengan bertambahnya usia, berbagai reaksi emosional menjadi kurang tersebar dan reaksi emosional dapat ditimbulkan oleh berbagai macam rangsangan. Pola emosi yang lazim pada masa bayi:

1. Kemarahan
Perangsang yang lazim membangkitkan kemarahan bayi adalah campur tangan terhadap gerakan-gerakan mencoba-cobanya, menghalangi keinginannya, tidak mengizinkannya mengerti sendiri, dan tidak memperkenankan apa yang dia inginkan. Tanggapan marah ditunjukan dengan bentuk menjerit, meronta-ronta, menendangkan kaki, mengibaskan tangan, dan memukul atau menendang apa saja yang ada dekatnya.pada tahun kedua, bayi dapat  juga melonjak-lonjak, berguling-guling, meronta-ronta, dan menahan nafas.
2. Ketakutan
Perangsang yang paling mungkin membagkitkan ketakutan bayi adalah suara keras, orang, situasi, dan barang asing, ruangan gelap, tempat tinggi, dan binatang. Tanggapan rasa takut ditunjukkan dengan menjauhkan diri dari perangsang yang menakutkan dengan merengek, menangis, dan menahan nafas.
3. Rasa ingin tahu
Setiap mainan atau barang baru dan tidak biasa adalah perangsang untuk keingin tahuan dengan mengungkapkan melalui ekspresi wajah, menegangakn otot muka, membuka mulut, dan menjulurkan lidah, kemudian bayi akan mengkap barang tersebut dengan mememgang, membolak-balik, melempar, atau memasukkan ke mulutnya.
4. Kegembiraan
Kegembiraan dirangsang dengan kesenangan fisik. Pada bulan kedua dan ketiga bayi bereaksi pada orang yang mengajaknya bercanda, menggelitik, mengamati, dan memperhatikannya. Mereka mengungkapkan dengan tertawa, senyuman, mengegrakkan lengan serta kakinya.
5. Afeksi
Setiap orang yang mengajak bayi bermain, mengurus kebutuhan jasmaninya, atau memperlihatkan efeksi akan merupakan perangsang untuk afeksi mereka. Maian dan hewan kesayangan menjadi objek cinta mereka. Bayi mengungkapkan afeksinya dengan memeluk, menepuk, dan mencium barang atau orang yang dicintai. 

Perkembangan sosialisasi

Pengalaman sosial yang dini memainkan peranan yang penting dalam menentukan  hubungan sosial di masa depandan poal perilaku terhadap orang-orang lain. Anak yang pad asaat bayi banyak menangis cenderung agresif dan menunjukkan perilaku-perilaku yang mencari perhatian lain. Sebaliknya, bayi yang ramah dan lebih bahagia biasanya penyesuaian sosialnya lebih baik apabila telah menjadi besarnya.
Pola perkembangan perilaku sosial dapat diramalkan meskipun dapat terjadi perbedaan-perbedaan karena keadaan kesehatan, keadaan emosi atau keadaan lingkungan. Selama tahun pertama masa bayi, bayi dalam keadaan seimbang yang membuat ia ramah, mudah dirawat, dan menyenagkan. Sekitar pertengahan tahun kedua, keseimbangan berubah menjadi ketidak seimbangan sehingga bayi menjadi rewel, tidak kooperatif, dan sulit dihadapi. Awbwlum masa bayi berakhir keseimbangan kembali memperlihatkan perilaku yang menyenangkan dan perilaku sosial. Dasar-dasar sosial awal adalah sanagt penting karena jenis perilaku yang diperlihatkan bayi dalam berbagai situasi sosial memepngaruhi penyesuaian pribadi dan sosial dan terbentuknya pola-pola ini cenderung menetap. 

Awal tumbuhnya minat bermain

Terdapat ciri-ciri bermain tertentu yang khsus dalam masa bayi yang berbeda dari permainan anak muda belia dan pasti berbeda dengan ciri-ciri bermain anak-anak yang lebih besar dan orang dewasa. Perkembangan bermain dalam masa bayi dipengaruhi oleh perkembangan fisik, motorik, dan mental. Dengan bermain, memberikan kesempatan bagi bayi untuk banyak belajar, yaitu pemecahan masalah dan kreatifitas. Tanpa bermain, dasar kreatifitas dan pemecahan masalah tidak dapat diletakkan sebelum anak mengembangkan kebiasaan untuk menghadapi lingkungan dengan cara yang tidak kreatif. Pentingnya bermain masa bayi juga memberikan masukan informasi bagi bayi mengenai lingkungannya, orang-orang, dan benda-benda di lingkungannya. Bayi belajar mengenai dunia manusia dan benda melalui penjelajahan (eksplorasi). Dan dengan bermain akan menimbulkan kegembiraan
Pada masa bayi, pengertian timbul dari gabungan penjelajahan sensorik, manipulasi motorik, dan menjelang akhir masa bayi dari jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan. Dan peranan disiplin dalam perkembangan moral terutama dalam bentuk hukuman untuk perilaku yang salah dan pujian untuk perilaku yang diterima secara soial. 

Perkembangan kepribadian dalam usia bayi
Potensi untuk perkembangan kepribadian sudah ada pada waktu lahir, karena tidak ada dua individu yang memiliki  fisik maupun sifat mental bwaan yang sama atau memiliki pengalaman lingkungan yang sama maka tidak akan pernah ada dua orang yang mengembangkan pola-pola kepribadian yang identik. Masa bayi sering disebut sebagai "periode kritis" dalam perkembangan kepribadian karena pada saat ini diletakkan dasar dimana struktur kepribadian dewasa akan dibangun. Sifat kepribadian tertentu berubah sekalipun masih dalam masa bayi. Perubahan ini dapat bersifat kuantitatif, yaitu menguata atau melemahnya sifat yang sudah ada, atau bersifat kualitatif, sifat yang secara sosial kurang baik digantikan oleh sifat sosial yang lebih baik. Sebagian  besar perubahan kepribadian cenderung bersifat kuantitatif.   Inti pola kepibadian yaitu konsep diri pada dasarnya tetap sama. Dengan berjalannya waktu inti ini semakin kuat. Perubahan dalam sifat-sifat kepribadian dapat mengganggu keseimbangan kepribadian. Jadi, pengalaman-pengalaman awal sangatlah penting dalam membentuk pola kepribadian. 

Bahaya pada masa bayi
Karena masa bayi merupakan dasar, maka masa itu khususnya merupakan masa berbahaya. Bahaya itu dapat mrupakan bahaya fisik dan psikologis atau keduanya. Dalam tahun pertama dalam masa bayi, bahaya fisik cenderung lebih banyak dan lebih parah daripada bahaya-bahaya psikologis. Dalam tahun kedua terjadi sebaliknya. Kesunya merupakan bahaya serius, jadi sedapat mungkin harus dicegah dan segala sesuatu harus dilakukan untuk memperkecil intensitasnya kalau memang bahaya itu terjadi. Bahaya fisik yang mungkin terjadi misalnya kematian, kematian ranjang, penyakit, kecelakaan, kurang gizidasar untuk gemuk,  dan kebiasaan fisiologis. Bahaya psikologis yang mungkin terjadi adalah kegagalan bayi menguasai tugas perkembangan pada usia tersebut. Penguasaan ini menjadi penting karena, semakin cepat bayi dapat mengendalikan tubuhnya, semkain cepat pula ia tidak tergantung pada bantuan orang lain dan penguasaan tugas ini memberikan dasar untuk penguasaan tugas perkembangan pada tahap-tahap berikutnya. Semakin baik penguasaan terhadap tugas perkembangan masa bayi, semakin mudah dan cepat anak dapat menguaai tugas masa kanak-kanak.   Bahaya psikologis yang mungkin terjadi adalah bahaya dalam perkembangan motorik, bahaya dalam bicara, bahaya emosi, bahaya sosial, bahaya bermain, bahaya dalam pengertian, bahaya moralitas, bahaya hubungan keluarga, dan bahaya dalam perkembangan kepribadain.

Masa Bayi Neonatal


Masa bayi neonatal terdiri dari dua periode, portunate, dan neonate. Periode portunate berlangsung selama 15 atau 20 menit setelah lahir ditandai  dengan pemutusan tali pusat bayi menjadi individu yang terpisah,mandiri dan berbeda. Periode neonate menurut kriteria medis ,ia berakhir dengan putusnya tali pusat ,sekitar 2 minggu setelah lahir. Menurut kriteria psikologis ,ia berakhir dengan bertambahnya kembali berat lahir  yang hilang dan indikasi  dimulainya kembali perkembangan dan penyesuaian yang diperlukan untuk hidup bebas dari perlindungan lingkungan rahim dilaksanakan dengan berhasil . Penyesuaian bayi neonatal yang dilakukan pasca kelahiran adalah:
ã Penyesuaian terhadap perubahan temperatur.
Temperatur dalam rahim sekitar 36oC (100o F) ,lingkungan sesudah lahir 20o dan 21o C (68o dan 70o F),dan akan berubah setelah  bayi meninggalkan rumah sakit.
ã Penyesuaian terhadap pernafasan
Pada saat dalam kandungan pernafasan bayi melalui plasenta  melalui tali pusat dan setelah lahir bayi mulai menghirup dan mengeluarkan udara sendiri.
ã Penyesuaian terhadap makanan
Karena refleksi menghisap dan mengunya sering kali tidak berkembang sempurna pada saaat lahir ,bayi seringkali  tidak mampu mendapat makanan yang dibutuhkan. 
â Penyesuaian terhadap pembuangan
Bebrapa menit atau jam setelah lahir organ pembuangan sudah mulai berfungsi.

Adapun kondisi yang berkaitan dengan kelahiran yang mempengaruhis sikap orang tua :
 ã Pengalaman kelahiran Ibu
  v Pengalaman kelahiran ibu
Bila kelahiran menimbulkan sedikit rasa tak nyaman bagi ibu maka sikapnya akan lebih menguntungkan daripada persalinan berlangsung lama dan sulit.
  v Kondisi fisik ibu setelah kelahiran
Wanita yang lelah fisik setelah melahirkan anak mempunyai sikap yang kurang menguntungkan  terhadap anaknya.
 ã Persiapan menjadi orang tua
Semakin baik kesiapan orang tua menghadapi kelahiran bayi semakin tenang mereka pada saat membawa bayinya.
 ã Harapan orang tua
Jika kelahiran bayi sesuai dengan harapan orang tua ,maka sikap orang tua akan lebih menguntungkan.
 ã Penyesuaian pasca lahir bayi
Bayi yang dapat menyesuaikan diri  dengan cepat dengan lingkungannya memperkuat sikap orang tua yang menguntungkan.
 ã Ketidak senangan orang tua akan pekerjaan dan kekurangan biaya.
Pekerjaan ekstra dan biaya ekstra yang dialami oleh orang tua setelah kelahiran kemungkinan akan menimbulkan perasaan tidak enangan terhadap  bayi.
 ã Keprihatinan atas normalitas
Jika kelahiran bayi tidak normal dan perlu perawatan lama di rumah sakit akan menyebabkan kecemasan prihatin dan tidak bahagia bagi orang tua.
 ã Keprihatinan akan kelangsungan hidup
Keprihatinan pada kelangsungan hidup terutama pada kelahiran prematur dan sulit.

Berikut adalah beberapa faktor yang mempengaruhi ukuran bayi pada waktu lahir:
ã Jangka waktu kehamilan
Bayi yang lahir postmatur lebih panjang,berat,lebih berisi daripada mereka yang lahir pada umur lengkap.
 ã Gizi ibu
Terdapat hubungan yang erat antara kondisi gizi ibu selama bula-bulan terakhir dengan ukuran bayi pada saat lahir.
 ã Keadaan ekonomi keluarga urutan kelahiran
Keadaan ekonomi mempengaruhi kualitas dan kuantitas gizi ibu.
 ã urutan kelahiran
rata-rata bayi yang lahirnya pertama beratnya kurang dan lebih pendek daripada bayi yang lahir berikutnya.
 ã Ukuran keluarga
Jika jarak kelahiran terlalu dekat maka cenderung lebih kecil dari yang sebelumnya.
 ã Kegiatan janin
Aktifitas janin yang berlebihan mengakibatkan berat bayi dibawah rata-rata.

 Kegiatan yang dilakukan bayi neonatal adalah:
 ã Kegiatan massa
Bila salah satu tubuh dirangsang maka semuanya bereaksi,kegiatan massa paling besar terjadi pada daerah kaki dan bagian tubuh dan daerah yang paling sedikit rangsangannya adalah daerah kepala.
 ã Kegiatan spesifik
v Terdapat dua jenis kegiatan spesifik yaitu:
  Refleks, pertama yang muncul adalah refleks yang penting,artinya bagi kelangsungan hidup yang nyata-refleks jantung,,pernafasan ,bersin,dan pencernaaan makannan.
  v Tanggapan umum,mencakup bagian tubuh yang lebih besar daripada refleks,seperti geakan acak lengan dan kaki,tolehan kepala.
Perkembangan indra bayi neonatal
 ã Penciuman
Penciuman yang terdapat dibagian dalam atas hidung telah berkembang baik pada saat lahir.
 ã Pengecap
Sel pengecapan yang terletak dipermukaan lidah telah berkembang baik pada saat lahir  dan sama  jumlahnya dalam kehidupan kelak.
ã Kepekaan organik
Lapar dan haus telah berkembang baik pada saat lahir.
 ã Kepekaan kulit
organ perasa untuk sentuhan, temperatur dan tekanan telah berkembang baik pada saaat lahir dan terletak dekat dengan permukaan kulit.
 ã Penglihatan
Sel kerucut di retina berukuran kecil  dan kurang berkembang ,menunjkan bahwa neonate buta warna.
 ã Pendengaran
Pendengaran merupakan salahsatu dari seluruh indra yang  yang paling sedikit berkembangnya pada saat kelahiran. 

Bahaya pada masa bayi neonatal
 ã Dataran perkembangan
Dataran (plateau) dalam perkembangan biasanya segera terjadi sesudah lahir,banyak orang tua merasa khawatir  karena sesuatu yang sangat salah terjadi pada bayi.
 ã Kesenjangan perkembangan.
Kesenjangan perkembangan berarti perkembangan fisik dan mental di bawah norma  bagi usia individu tertentu.
 ã Ketidak berdayaan
Karena ketidak berdayaan dan ketergantungan bayi yang baru lahir sangat menonjol sehingga membuat mereka mudah dirawat dan diatur.
 ã Individualita
Terdapat kecenderungan yang luas diantara orang dewasa ,seperti halnya pada anak-anak  seperti mengangap seseorang yang berbeda sebagai lebih rendah (interior) atau abnormal dalam beberapa aspek.
 ã Kemurungan orang tua baru
Hanya sedikit orang tua yang terhindar dari mengalami " kemurungan orang tua baru",ini merupakan keadaan depresi dengan intensitas ringan atau berat yang  timbul dari sekumpulan penyebab.